"Menuju Nol Kematian Pada Anak Akibat TB"
TB salah satu penyebab kesakitan dan kematian yang sering pada anak. Anak lebiih beresiko untuk menderita TB berat seperti TB milier dan meningitis TB sehingga menyebabkan tingginya kesakitan dan kematian pada anak. Anak sangat rentan terinfeksi TB terutama yang kontak erat dengan pasien TB BTA positif. Anak dengan infeksi TB saat ini menunjukkan sumber penyakit Tb di masa depan. Beban kasus TB Anak di dunia tidak diketahui karena kurangnya alat diagnostik yang "child-friendly" dan tidak adekuatnya sistem pencatatan dan pelaporan kasus TB Anak. Diperkirakan banyak anak menderita TB yang tidak mendapatkan penanganan yang benar. lebih dari 1 juta kasus baru TB Anak setiap tahun. Pada 2010, terdapat 10 juta anak menjadi yatim piatu akibat orangtuanya meninggal karena TB.
Gejala TB pada anak tidak khas. Penurunan berat badan, lemah, letih, lesu merupakan gejala utama TB pada anak. Batuk pada anak jarang merupakan gejala utama TB pada anak. Pada anak dengan gejala utama batuk dan atau anak dapat mengeluarakan dahak WAJIB diperiksa dahak mikroskopis SPS. Apabila terbukti anak dengan BTA positif, maka anak tersebut termasuk sumber penularan bagi lingkungan di sekitarnya. Anak <3 tahun dan dengan malnutrisi atau kondisi immunosupresan memiliki resiko paling tinggi untuk menderita TB. TB terutama menyerang paru, tapi 20-30% Tb pada anak menyerang organ lain. Bayi dan balita paling beresiko terkena TB beerat seperti meningitis TB yang mampu menyebabkan buta, tuli serta kelumpuhan.
Situasi TB Anak di Indonesia Saat Ini
- Proporsi TB Anak diantara semua kasus yang diobati di Indonesia dari tahun 2007 sampai 2013 berkisar pada 7,9% sampai 12%. Angka ini masih berada pada batas normal proporsi kasus TB anak diantara semua kasus.
- Proporsi TB Anak diantara semua kasus yang diobati sangat bervariasa pada level Provinsi, Kabupaten/Kota sampai Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).
- Dari data tersebut menunjukkan kecenderungan adanya overdiagnosis, underdiagnosis maupun underreported kasus TB Anak.
Diagnosis TB Anak
Kendala utama tatalaksana TB pada anak adalah penegakkan diagnosis. Kesulitan menemukan kuman penyebab pada TB anak menyebabkan penegakkan diagnosis TB pada anak memerlukan kombinasi dari gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang yang relevan. Diagnosis pada anak TIDAK BOLEH hanya berdasarkan pada Foto Rontgen Dada.
Pendekatan diagnosis TB pada anak menggunakan sistem skoring yang disusun Kementerian Kesehatan bersama dengan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Sistem skoring TB Anak merupakan pembobotan terhadap gejala, tanda klinis dan pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan di Sarana Pelayanan Terbatas. Masing-masing gejala pada sistem skoring harus dilakukan analisis untuk menentukan apakah termasuk dalam parameter sistem skoring.
Apakah TB Anak dapat disembuhkan?
TB Anak dapat disembuhkan. Pengobatan TB pada anak membutuhkan waktu 6-12 bulan tergantung dari berat atau ringannya penyakit.
Apakah TB pada anak dapat menular kepada yang lainnya?
Pada lokasi dengan banyak kasus TB Anak, yang terjadi adalah terdapat kasus TB dewasa BTA positif yang belum ditemukan dan diobati, sehingga menjadi sumber penularan ke anak yang tinggal berdekatan dengan pasien tersebut. Sebagian orang tua menganggap hal ini adalah kasus TB Anak yang menular ke anak lain.
Sebagian besar kasus pada TB anak tidak dapat menular ke anak yang lain, kecuali pada anak yang menderita "adult type TB" atau TB tipe dewasa, yaitu TB pada anak dengan gambaran menyerupai TB pada dewasa dan ditemukan BTA pada pemeriksaan dahak.
Fokus pada TB dan kehamilan
- Wanita sangat rentan menderita TB selama kehamilan atau segera setelah meahirkan.
- TB sering menjadi penyebab kematian pada kehamilan dan persalinan, terutama pada wanita dengan HIV pos.
- TB pada kehamilan meningkatkan resiko bayi lahir prematur atau BBLR.
- Sakit TB selama kehamilan meningkatkan resiko penularan baik TB maupun HIV kepada bayi.
Kewaspadaan TB Resisten Obat pada anak
Kasus TB resisiten obat terutama TB MDR yang mulai meningkat di Indonesia menyebabkan resiko terjadinya TB resisten obat pada anak.
Kewaspadaan terjadinya TB resisten obat pada anak pada kondisi sebagai berikut:
- kontak dengan pasien terbukti MDR,
- kontak dengan pasien TB yang resiko tinggi terjadinya TB MDR misalnya pasien Kambuh, Gagal, Default,
- anak dengan riwayat pengobatan TB berulang,
- anak yang tidak menunjukkan perbaikan klinis setelah 2-3 bulan terapi obat lini pertama,
- diagnosis dan tatalaksana TB MDR pada anak sesuai dengan dewasa.
Mengapa TB pada anak terpinggirkan?
- Kesulitan mendiagnosis TB pada anak. Anak sulit untuk berdahak, seandainya berdahak belum tentu TB.
- Belum diketahuinya beban masalah TB Anak di masyarakat.
- TB Anak dianggap tidak menular, sehingga bukan prioritas pengendalian TB.
- Ketersediaan dana.
- Kebanyakan anak yang terdampak TB adalah anak-anak miskin dengan kesulitan akses ke pelayanan kesehatan.
Upaya untuk "Menuju Nol Kematian Pada Anak Akibat TB"
Apa yang harus kita lakukan:
- Mulai melihat TB pada anak merupakan bagian dari penyakit keluarga. Anak terinfeksi TB dari orangtua atau keluarga yang tinggal serumah. Setiap kasus TB dewasa terutama BTA positif harus dilakukan pemeriksaan kontak serumah, terutama anak dibawah 5 tahun. Anan yang sakit TB harus segera didiagnosis dan diterapi OAT sedangkan anak tanpa sakit TB, baik terinfeksi maupun sehat yang kontak serumah dengan pasien TB BTA positif harus diberikan terapi INH profilaksis.
- Meningkatkan pelayanan TB dengan menjangkau semua masyarakat yang terdampak TB yaitu kaum urban, pekerja migrant, tahanan dan kaum minoritas ethnic. Dengan cara ini dengan dapat menjangkau semua bayi dan anak yang terdampak TB.
- Prioritas utama untuk anak dengan HIV pos.
- Integritas pelayanan kesehatan ibu dan anak, HIV dan TB secara bersama-sama.
Sumber:
http://www.tbindonesia.or.id/tb-anak/

Informasi yang sangat bermanfaat, semoga penderita TB dapat tertangani dengan benar.
BalasHapusterimakasih telah berkunjung di blog saya
HapusHallo selamat malam... Artikel nya sudah Bagus risma, sudah lengkap juga, namun didalam artikel ini tidak di jelaskan mengenai tanda & gejala pada TB pada Anak, mungkin bisa di tambahkan sedikit tentang mengenai gejala TB pada Anak, dan mungkin tulisannya sedikit di ringkas lagi, agar mudah dipahami oleh pembaca... Terima kasih
BalasHapusterimakasih atas masukannya, karena tanda dan gejala pada TB pada anak tidak khas maka disini tidak dibahas secara lebih lanjut, namun saya sudah menuliskan di paragraf kedua, nah jikalau ciri-ciri tersebut terdapat pada anak-anak, maka harap segera dibawa ke fasilitas pelayanan terdekat.
HapusInfo nya mantap bermanfaat banget mbak, semoga setelah ini para orang tua dan keluarga lebih tanggap dalam mengidentifikasi dan menangani TB pada anak.
BalasHapusterimakasih, informasi nya bermanfaat
BalasHapusterimakasih infonya sangat bermanfaat sekali, pengetahuan saya jadi bertambah..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmau bertanya bagaimana cara penanganan tbc oleh petugas kesehatan?selain dilakukannya penyuluhan
BalasHapusuntuk TB meningitis itu target organ nya apa ya?dan jalan terjadinya penyakit melewati apa?
BalasHapusMantap, terimakasih infonya begitu bermanfaat
BalasHapusTerimakasih informasi yang sangat bermanfaat
BalasHapus